Sabtu, 26 Mei 2012
Abortus Habitualis Kausa Hormonal
I. Pendahuluan
Saat ini abortus masih merupakan
masalah kontroversi di masyarakat indonesia. Namun terlepas dari
kontroversi tersebut, abortus merupakan
masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak pada kesakitan dan
kematian ibu. Sebagaimana diketahui penyebab utama kematian ibu hamil dan
melahirkan adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Namun sebenarnya abortus
juga merupakan penyebab kematian ibu, hanya saja muncul dalam bentuk komplikasi
perdarahan dan sepsis. Akan tetapi, kematian ibu yang disebabkan komplikasi
abortus sering tidak muncul dalam laporan kematian, tetapi dilaporkan sebagai
perdarahan atau sepsis. Hal itu terjadi
karena hingga saat ini aborsi masih merupakan masalah kontroversial di
dalam masyarakat.1
Forensik Psikiatri
I.
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Di dalam Undang-Undang Dasar 1945, ditegaskan bahwa
sistem pemerintahan Indonesia adalah berdasarkan hukum tidak berdasarkan atas
kekuasaan belaka. Dengan demikian, atas dasar hal tersebut, maka semua
perbuatan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun negara harus berdasarkan
hukum. Salah satu ketentuan yang mengatur bagaimana aparatur penegak hukum
melaksanakan tugasnya terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
(KUHAP) yang mempunyai tujuan untuk mencari dan mendekati kebenaran materiil
yaitu kebenaran yang selengkap-lengkapnya dari suatu perkara pidana sehingga
suatu tindak pidana dapat terungkap dan pelakunya dijatuhi putusan yang
seadil-adilnya.1
Dalam proses persidangan, hal yang penting adalah yaitu
proses pembuktian sebab jawaban yang akan ditemukan dalam proses pembuktian merupakan
salah satu hal yang utama untuk Majelis Hakim dalam memutuskan suatu perkara
tindak pidana. 1
Jumat, 25 Mei 2012
Disentri
I.
PENDAHULUAN
Penyakit
disentri dan diare persisten merupakan penyakit diare yang disebabkan oleh
infeksi Shigella sp. dan lebih sering
terjadi di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Di negara-negara
ini Shigellosis endemik merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas terutama
pada golongan umur balita. Pada penyakit diare ini kasus-kasus dehidrasi berat relatif
kecil, yakni sebesar 10% dan memerlukan terapi rehidrasi.
Disentri
sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, tidak saja di negara
berkembang tetapi jugs di negara maju. Penyakit diare masih sering menimbulkan
KLB (Kejadian Luar Biasa) dengan penderita yang banyak dalam waktu yang
singkat.
Di negara
maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat tetapi
insiden diare infeksi tetap tinggi dan masih menjadi masalah kesehatan. Di Inggris
1 dari 5 orang menderita diare infeksi setiap tahunnya dan 1 dari 6 orang
pasien yang berobat ke praktek umum menderita diare infeksi.
LUKA BAKAR
PENDAHULUAN
Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan
jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas,
bahan kimia, listrik dan radiasi(1,2,3). Luka bakar merupakan suatu
jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi yang memerlukan
penatalaksanaan yang khusus sejak awal (fase syok) sampai fase lanjut (1).
Luka bakar pada
dasarnya merupakan fenomena pemindahan panas. Meskipun sumber panasnya dapat
bervariasi, akibat akhir yang timbul selalu berupa kerusakan jaringan, paling
nyata pada kulit, tetapi pada cedera multisistemik yang nyata dapat menyebabkan
gangguan yang serius pada paru-paru, ginjal dan hati. Efek-efek sistemik dan
mortalitas akibat cedera luka bakar berhubungan langsung dengan luas dan
dalamnya kulit yng terkena. Hampir semua kasus luka bakar disebabkan oleh api
atau tersiram air panas. Dengan menentukan sumber panas (misalnya, agen yang
menyebabkan luka bakar) akan membantu kita dalam memperkirakan luas dan
dalamnya cedera. Perkiraan ini sangat penting dalam merencanakan terapi cairan
intravena yang tepat (4).
IKTERUS OBSTRUKTIF
Ikterus
pada umumnya adalah menguningnya sklera, kulit atau jaringan lain akibat
penimbunan bilirubin dalam tubuh. Keadaan ini merupakan tanda penting penyakit
hati atau kelainan fungsi hati, saluran empedu dan penyakit darah. Bila kadar
bilirubin darah meningkat melebihi 2mg% maka ikterus akan terlihat. Ia dapat
terjadi pada peningkatan bilirubin indirect (unconjugated) ataupun direct(conjugated). Ikterus secara lokasi masalahnya terbagi kepada tiga yaitu
ikterus prahepatik, pasca hepatik (obstruktif) dan ikterus hepatoselular.1
Rabu, 23 Mei 2012
Kontrasepsi Darurat
I.
KONTRASEPSI SECARA UMUM
Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya
kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat
permanen. Sampai sekarang cara kontrasepsi yang ideal belum ada. Kontrasepsi
ideal itu harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1) dapat dipercaya; 2)
tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan; 3) daya kerjanya dapat diatur
menurut kebutuhan; 4) tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus; 5)
memerlukan motivasi terus-menerus; 6) mudah pelaksanaannya; 7) murah harganya
sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat; 8) dapat diterima
penggunaannya oleh pasangan yang bersangkutan. 1,2
A. Akseptabilitas
Akseptabilitas suatu cara
kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain 1) dapat dipercaya; 2)
tidak ada efek samping atau hanya ada efek samping ringan; 3) tidak
mempengaruhi koitus; 4) mudah penggunaannya; 5) harga obat/alat kontrasepsi
terjangkau. Akseptabilitas ini terbukti apabila pasangan tetap menggunakan cara
kontrasepsi yang bersangkutan, dan baru berhenti jika pasangan ingin mendapat
anak lagi, atau jika kehamilan tidak akan terjadi lagi karena umur wanita sudah
lanjut atau oleh karena ia telah menjalani tubektomi atau bilamana suaminya
telah divasektomi. 1
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)